Filosofi

Makna Dari Kata Astungkara, Svaha Dan Tathastu

Sebagian besar orang yang beragama Hindu pasti sudah mengenal dan sering mengucapkan kata Astungkara, Svaha dan Tathastu. Tentunya ketika kita mengucapkan sesuatu kita harus mengetahui apa Makna dari apa yang telah di ucapkan. Tetapi mungkin ada juga orang yang beragama hindu tidak tahu apa Makna dari Kata Astungkara, Svaha dan Tathastu. Di bawah ini dijelaskan apa makna kata dari Astungkara, Svaha dan Tathastu :

Kata Astungkara

Kata Astungkara berasal dari kata Astu dan Kara, yang mendapat sisipan “ng”. Astu berarti semoga terjadi dan Kara berarti penyebab, dan kata penyebab dalam hal ini merujuk kepada Tuhan. Jadi Astungkara berarti semoga terjadi atas kehendak-Nya. Kata Astungkara sebaiknya diucapkan saat kita sedang menyampaikan harapan, keinginan dan doa pribadi kita kepada Tuhan Yang Maha Esa atau Sang Hyang.

Kata Svaha

Kata Svaha adalah nama dari permaisuri dewa Agni. Svaha bagaikan sebuah lagu rohani dan juga dapat di artikan semoga diberkati. Svaha adalah ucapan yang umumnya diucapkan di akhir sebuah mantra. Seperti kata “Om” yang diucapkan di awal mantra, “Swaha” diucapkan di akhir mantra.

Kata Svaha sebaiknya diucapkan di akhir pengucapan sebuah mantra suci, setiap menghaturkan persembahan atau setiap menuangkan persembahan ke dalam api suci. Dan biasanya pengucapan kata svaha dilakukan saat kramaning sembah.

[tag no=1 tag=[“Hindu”]

Kata Tathastu

Kata Tathastu berasal dari kata Tat dan Astu, Tat artinya itu, kata “itu” merujuk pada doa atau permohonan yang diucapkan, sedangkan Astu artinya semoga terjadi. Jadi Tathastu berarti terjadilah seperti itu.

Kata Tathastu biasanya diucapkan untuk ikut mendoakan apa yang menjadi harapan dan doa orang lain supaya bisa terwujud sesuai dengan harapan orang tersebut. kata tathastu ini diucapkan oleh orang lain sebagai bentuk dukungan kepada orang lain yang sedang memohon sesuatu kepada Tuhan atau Ida Sang hyang Widhi Wasa.

Jadi kata Astungkara, Svaha dan Tathastu adalah sebuah kata suci yang diucapkan untuk sebuah doa dan permohonan dengan dasar tulus dan ikhlas, doa untuk kebaikan dan tidak boleh diucapkan untuk doa yang bersifat buruk atau kejahatan yang merugikan orang lain.

Tags
Show More
Loading...

Related Articles

Back to top button
Close